Perth – Day 1 : Kisah Cinta Yang Kandas Tertanam Di Tengah Queen’s Garden

Reading Time: 3 minutes
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram

Mesin Mobil sudah kunyalakan, sambil menunggunya panas, pikiranku berjalan santai. Terlalu santai hingga melayang jauh ke enam tahun lalu. Saat kesempatanku hilang untuk mendarat di Perth.

Ceritanya gini, Pesawat yang kutumpangi terbooking melebihi kapasitas di tahun 2011. Petugas check-in menawariku direct flight ke Sydney. Sekaligus memotong satu ruteku ke Perth dari rute asliku: Singapore-Perth-Sydney.

“Shoot for the moon and if you miss you will still be among the stars.” Nah ini yang kulakukan saat bernegosiasi dengan pihak maskapai Qantas Airways. I aimed for First Class as a compensation of the re-routing.

Soon enough, They printed Business Class boarding pass to me. Okay, Perth i skipped you this time. The business class cost around 2000$ one way to Sydney is not bad. I will take it over Perth.

Okay cukup tentang masa lalu hehe, sekarang waktunya balik ke zaman now.

Soooo…

Finally here we are in Perth, the sunniest city in Australia.

After i struggled with wrong car and failed wi-fi router on my first day in Perth. I decided to go directly to my main target in Perth, Queen’s Garden.

Tidak jauh dari hotel Holiday Inn Perth City Centre, kurang dari 15 menit sampai deh ke taman ini. Setelah memarkir mobil di pinggiran jalan utama. Kami perlu membeli tiket parkir sesuai periode waktu yg kami butuhkan.

Entrance fee ke taman ini memang gratis, namun soal parkiran, ya harus bayar lah ya.

Akhirnya sampai juga

Daripada ditilang, beli tiket parkir dulu

Queen’s Garden terletak di sebelah Timur kota Perth, tepat di tengah hiruk pikuknya kota terbesar nomor empat di Australia. Memang tidak sepopuler Kings Park notabene adalah taman terbesar in Australia. Tetapi Queen’s Garden tidak kalah menariknya karena mempunyai pesonanya sendiri.

Map Area Taman

Gerbang masuk taman ini memang tidak besar, tetapi ukiran nama “Queen’s Garden” yang terbuat dari besi serasa artistik. It’s not easy to create a perfect typography, furthermore this time, they are using metal to shape a nicely formed fonts. Awesome!

Pintu gerbang Queen’s Garden

Diresmikan pada tahun 1899 oleh Alexander Forrest, Gubernur kota Perth waktu itu. Dan nama “Queen” disematkan dalam rangka menghormati Queen Victoria dari Inggris.

Desainnya dirancang menyerupai konsep taman di London, dipercantik dengan danau dan penghuninya, bebek-bebek dan angsa-angsa hitam. Berbagai jenis bunga bermukim di taman ini, dari teratai, bunga lily, dan jenis-jenis bunga lainnya yang kurang familiar bagiku (maklum bukan ahli botani hehehe..)

Damai rasanya melihat pemandangan pagi seperti ini

Kami menjadi pengunjung pertama di samping petugas taman yang sedang menyirami rumput-rumput di sebelah utara taman. Sempat berbincang sedikit dengan petugas taman, katanya tidak gampang untuk bisa bersua dengan para permasuri anggun, kawanan angsa-angsa hitam.

Beruntung hari itu, memang hari yang sangat spesial untuk kami, kawanan permaisuri anggun itu pun berenang tenang seakan mencari perhatianku.

Sebenernya apa sih yang membuatku menolak lupa untuk mengunjungi taman yg dulunya bekas tempat pacuan kuda ini?

Walaupun terletak di tengah kota, taman ini sepi banget! Ya, memang salah satu faktornya adalah daya tarik dan branding Kings Park yang sangat kuat bagi pengunjung. Seakan Queen’s Garden ini terlupakan bagi para tourism expert dalam misi mereka menyebarkan keindahan Perth.

Sisi positifnya menurutku sih kesunyian ini justru menjadi aset penting bagi taman ini. Enak untuk dijadikan tempat piknik nan jauh dari keramaian. Hanya suara burung, bebek dan gemericik air yang mendominasi polusi suara di sini.

Apa sih yang bisa ditemui di Queen’s Garden ini?

1. Peter Pan Statue

Dalam rangka memperingati seratus tahun berdirinya negara bagian Western Australia, pemerintah negara bagian setempat merayakannya dengan mengadakan berbagai simbolisasi dan atraksi di ibukotanya, Perth. Khususnya untuk Queen’s Garden, patung Peter Pan yang berdiri tepat di tengah taman adalah donasi dari pemerintah setempat. Yang merupakan replika dari patung sebenarnya di Kensington Gardens, London.

 

Peter Pan Statue

2. Swans Lake & Flowers

Danau yang dipenuhi oleh berbagai jenis unggas dan tanaman-tanaman air menjadi hiasan di tengah hamparan rumput hijau. Varian bunga yang beraneka macam memberikan tambahan kekayaan koleksi palet warna-warni Queen’s Garden ini.

3. Notting Hill’s Bench

Di post-ku sebelumnya tentang arti memento, ada terselip cerita tentang film Notting Hill yang begitu membekas di diriku. Nah, ini alasan utamaku kenapa Perth selalu menjadi destinasi yang perlu kukunjungi. Bangku taman di fulm Notting Hill tersebut pada akhirnya didonasikan ke Queen’s Garden.

Menurut rumor, bangku taman yang menjadi tempat persinggahan Julai Roberts dan Hugh Grant di akhir film Notting Hill tersebut didonasikan oleh seorang anonim yang merupakan warga lokal kota Perth. Anonim tersebut membeli bangku taman tersebut sebagai hadiah lamaran pernikahan kepada pacarnya. Tidak lama kemudian, kisah cinta mereka kandas dan pada akhirnya untuk mengenang keabadian sekaligus move-on, dia menyumbangkan bangku tersebut ke taman ini.

Alasan dan dahagaku untuk mengunjungi Queen’s Garden sangat personal. Mungkin rencana perjalananku selama di Perth berbeda denganmu, itu normal.

Karena setiap pejalan memiliki tujuan dan alasan mereka masing-masing.

Travel with Purpose, my friend.

“For June who loved this garden, from Joseph who always sat beside her” and “June Wetherby 1917-1992”


Dirgan Fasa Author
Dirgan founded Casa Fasa as a place to share inspiration from his travels and to inspire others to see our world. He now split his time between adventures abroad and adventures in the 9-5 workspace!
follow me
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram

2 thoughts on “Perth – Day 1 : Kisah Cinta Yang Kandas Tertanam Di Tengah Queen’s Garden

  • Reply Griska Gunara March 13, 2018 at 7:54 am

    Mampir sejenak sambil menikmati kopi pagi. Thanks for sharing, Dirga. 🎉

    • Reply Dirgan Fasa March 18, 2018 at 12:17 pm

      Hi Griska,

      Thanks udah mampir 🙂
      Selamat menikmati kopinya

Leave a Reply

close

Enjoy this blog? Viralkan :)