Perth, Day 2 : Pengalaman Menjadi “The King of Roos” di Caversham Wildlife

Reading Time: 5 minutes
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram

Selalu menjadi obsesi terpendamku sejak dulu untuk bertatap muka langsung dengan kangguru dan koala tanpa dibatasi oleh pagar pembatas. Ada beberapa tempat sebenarnya di Australia untuk dapat merasakan pengalaman ini, tetapi setelah kubanding-bandingkan, tidak ada yang lebih pas selain di Caversham Wildlife Park.

Kenapa kok Caversham Wildlife Park yang menjadi pilihanku?

Pertama: Konsepnya yang seperti di alam terbuka, mirip dengan situasi binatang-binatang tersebut di habitat aslinya

Kedua: Tidak hanya kangguru dan koala, Caversham Wildlife Park memiliki deretan koleksi spesies-spesies hewan lain yang unik-unik dan sangat “Australia”. Bahkan beberapa jenis dari mereka hanya bisa kutemui disini.

Ketiga: Letaknya tidak jauh dari kota Perth, sehingga sangat mungkin banget untuk melenggang ke tempat lain sehabis berwisata wildlife hampir seharian.

CAVERSHAM WILDLIFE PARK

Taman yang menampung beragam jenis hewan ini bisa dijangkau kurang dari 45 menit dengan mobil dari kota Perth. Ya, menyewa mobil memang menjadi salah satu alternative yang cukup mudah untuk menuju kesini.

Tidak begitu banyak mobil di hari itu, karena memang bukan peak season, kami jarang menemui kemacetan dan hingar bingar suara klakson selama di perjalanan.

Yang menarik adalah, transisi pemandangan kami dari pusat kota hingga menuju ke taman margasatwa ini. Dalam rentang waktu kurang dari 45 menit, pemandangan di sampingku kerap bertransisi. Dari pemandangan gedung-gedung tinggi, rumah-rumah tapak hingga pedesaan.

Sampe deh.

Dengan biaya tiket masuk seharga AUD 29.00 (untuk dewasa) dan AUD 13.00 (untuk anak-anak dari rentang usia 3 sampai 14 tahun), cukup worth it menurutku. Banyak hal-hal baru yang bisa dipelajari di sini, mulai dar varian binatang liar asli Australia hingga ke binatang yang populer di kawasan pertanian dan pedesaan.

Tidak akan ada biaya-biaya tambahan lain ketika sudah di dalam, semua atraksi yang ada sudah included di harga tiket masuknya kok.

Peta Lokasi yang sangat mudah dimengerti dan cukup detail

Supaya gampang bacanya, aku simplify aja ya. Taman margasatwa ini dibagi menjadi empat area utama, yaitu area Utara, area Selatan, area khusus kangguru dan Molly’s farm.

Area Utara didominasi oleh hewan-hewan darat yang asli Australia, seperti Wallaby, Burung Emu, Koala,  Kelelawar, dan burung Kasuari.

Sedangkan di area Selatan, lebih banyak dihuni oleh hewan-hewan non-darat seperti burung-burung, buaya dan ular.

Di area khusus kangguru, sudah pasti semuanya adalah kangguru. Berbagai spesies kangguru ada disini, dan jangan takut, semuanya jinak kok.

Dan terakhir adalah Molly’s Farm, di sini bisa ditemui hewan-hewan yang umumnya hidup di peternakan dan pertanian. Misalnya seperti domba, kerbau, kambing, sapi dll. Uniknya, kita bisa menyentuh dan mengelus-elus bulu mereka dari dekat. Pengalaman yang bagus sekali bagi traveler yang berpergian dengan anak-anak.

Keseruan lainnya adalah adanya titik-titik pertunjukkan lainnya seperti Wombat and Friends, Foto bareng Koala dan pertunjukan farmshow di Molly’s farm.

Area Utara

Seperti yang sudah dijelaskan di atas kalau di sini merupakan markasnya satwa-satwa asli Australia yang unik-unik. Ayo kita kenalan lebih dekat dengan mereka. Mulai dari:

Wallaby

Masih merupakan famili dekat dari kangguru. Mereka memang mirip sekali dengan kangguru, cara termudah untuk membedakannya adalah dari ukuran. Wallaby memiliki ukuran yang relatif lebih kecil daripada kangguru. Lalu dari panjang kakinya juga sudah terlihat, kaki Wallaby memiliki rentang yang lebih pendek, dan bagian hidungnya lebih bulat dan pesek daripada kangguru.

Hal menarik lainnya dari Wallaby, mereka bisa berenang! Mirip dengan cara berenang anjing yang menggunakan kedua kaki mereka dengan cara menghentak-hentakannya ke air.

Wallaby

Akrab bermain

Koala

Pasti sudah pada kenal kan dengan si bulu abu-abu ini? Selalu muncul dalam brosur-brosur perjalanan ke benua Australia sekaligus menjadi ikon penting Negeri Kangguru ini. Pada habitat aslinya, Koala hidup bergelantungan di barisan pohon-pohon Eucalyptus. Dan dalam sehari, mereka mampu menghabiskan sebanyak satu kilogram daun Eucalyptus.

Koala.. Koala.. Apa sih arti nama Koala? Nama Koala memang terdengar imut, diberikan oleh kaum Aborigin yang berarti “tidak minum”. Menurut kepercayaan mereka, hewan ini jarang minum air, semua moistur dalam tubuhnya di dapat dari daun eucalyptus yang mereka konsumsi.

Kalau kamu merasa sebagai Raja atau Ratu Tidur, jangan merasa malu. Koala lebih parah dari kamu semua, binatang tersebut bisa tidur sampai delapan belas jam dalam sehari. Terkadang hanya bangun untuk makan lalu lanjut tidur lagi.

Si imut Koala

Kasuari

Burung yang akrab dengan penduduk Indonesia ini juga memiliki populasi yang tidak sedikit di bagian Barat Laut Australia. Dengan populasi yang tersisa sekitar 2500 ekor di seluruh dunia, burung ini termasuk yang hampir punah. Bukan hanya dikategorikan sebagai yang paling langka diantara Emu dan Burung Unta, tetapi burung ini merupakan yang paling berbahaya didalam famili flightless bird.

 

Kasuari

Emu

Emu merupakan burung tertinggi kedua yang pernah ada, di belakang relatif terdekatnya, Burung Unta. Tetapi untuk cakupan di domestik Australia saja, Emu merupakan yang nomor satu dari ukuran tingginya. Burung ini termasuk bukan yang hemat cuitan, cukup ramai dan bingar. Terkadang suka mengeluarkan suara seperti suara dengkuran dan sangat umum jika kebisingan mereka bisa terdengar sampai radius dua kilometer.

Di samping itu, mereka adalah jenis burung yang tidak galak dan tidak takut kepada manusia. Cukup populer kalau mereka suka sekali mendatangi sekawanan orang dan meminta makanan.

Burung Emu

Quokka

Dan si unik kecil lucu ini yang tidak pernah kulihat sebelumnya, Quokka. Yang konon mendapat gelar sebagai hewan yang paling bahagia di seluruh dunia. Merupakan jenis dengan ukuran terkecil dari rumpun “macropod”, rumpun yang sama dengan Kangguru dan Wallaby. Klan Quokka berdomisili di rawa-rawa dan kawasan yang tertutup rapat oleh pohon-pohon, memudahkan mereka untuk bersembunyi. Di malam hari, barulah mereka keluar mencari makan.

Habitat paling utama Quokka ada di Rottnest Island, tempat yang sangat populer di kalangan turis dengan hamparan pantai biru yang sangat indah. Denda senilai 300 dollar sudah diaplikasikan bagi oknum yang tidak tahan dengan kelucuan binatang ini dan berusaha menyelundupkannya untuk dijadikan oleh-oleh ke negara asal mereka.

Kesan pertama ketika melihat hewan yang cocok dijadikan binatang peliharaan ini adalah IMUT. Tapi jangan salah, cakar Quokka ini sangat tajam, dan seperti hewan-hewan liar Australia lainnya, mereka bisa beringas jika mereasa terancam.

Quokka

Yang tidak ketinggalan

Si Angsa Hitam

Tuan Pelikan sedang menyantap ikan

Area Selatan

Di area selatan lebih condong kepada hewan-hewan yang sudah umum kita jumpai di Indonesia atau negara Asia lainnya. Kira-kira ada hewan apa saja di area Selatan ini?

Yuk kita lihat satu persatu..

Burung Nuri – teman setia para bajak laut

Ada yang tahu ini burung apa namanya?

Cantik yah.

Burung Merak juga disini!

Biawak

Area Khusus Kangguru

Sampai deh ke tempat favorit saya. Tempat dimana kita bisa bertatap muka langsung dengan kangguru-kangguru yang tidak galak. Semua sudah membiasakan dirinya dengan para pengunjung taman margasatwa ini. Aku sampai habis hitungan mengenai berapa ekor kangguru yang ada. Serasa tidak ada habisnya.

Kangguru termasuk dalam jenis mamalia, yang bisa hidup di gurun pasir hingga hutan hujan. Spesies kangguru terdiri dari empat jenis: the Red, Antilopine, Eastern Grey and Western Grey Kangaroo. Kesamaan gaya hidup kangguru dengan manusia terletak di sisi sosialnya. Mereka adalah mahluk yang sangat sosial, biasanya selalu berkumpul 3 sampai 4 ekor, bahkan bisa mencapai seratus ekor (ini kalau lagi hari arisan kali ya).

Lagi pada PW semua

Close Up

Sayang-sayang si spesies Eastern Grey

Kangguru dimana-mana! Tidak ada habisnya!

I’m the King of Roos! Kneel to your King! (Kebanyakan nonton film Thor) XD

Spotted! Hop Hop!

Molly’s farm

Ini sarangnya hewan-hewan yang lumayan sering kita lihat di kehidupan sehari-hari. Spesies-spesies yang unik juga ada sih disini. Sambil menunggu Farm Show yang baru akan mulai setengah jam lagi, kami muter-muter dulu deh disini.

Ada yang tahu ini ayam atau burung?

Marmut? Gede banget ya

 

Burung Unta – akhirnya bisa ketemu juga!

WTF!? Bison?

Cute yah.. Quoll.

Tapi apakah Quoll selucu itu? Ini salah satu binatang karnivora terganas di Australia. Makanan sehari-harinya bisa berupa burung, reptil, tikus dan hewan mamalia lainnya. Don’t judge the book by its cover XD

Quoll sedang Makan siang

Akhirnya acara “Farm Show” yang kami tunggu-tunggu sudah mulai. Kami disuguhkan berbagai macam pertunjukkan. Dari cara anjing penjaga menggiring domba-domba kembali ke kandangnya. Lalu petugas taman margasatwa yang bergaya ala cowboy mempertontonkan kelihaiannya menggunakan tali lasso.

Proses pencukuran bulu domba (kasihan juga dombanya, datang berbulu, pulang-pulang botak), dan memerah susu sapi (sangat bagus untuk memberikan pengalaman bagi anak-anak kecil).

Domba-domba sebelum dilepas

Bulu domba setelah dicukur, jadi botak!

Kesempatan bagi anak-anak untuk “menyusui” anak domba

Pengalaman memerah susu layaknya di peternakan

Aku sangat menikmati waktuku di Caversham Wildlife, belajar tentang hewa-hewan baru dan kebiasaan mereka. Bertatap muka langsung dengan Kangguru, Koala dan Emu. Perjalanannya juga ditempuh dengan waktu yang tidak lama dari kota Perth, jadi tidak bosan di jalan dan pegel-pegel.

Tips:

  • Datang sebelum jam tiga siang, siapkan sekitar tiga jam untuk menjelajahi tempat ini
  • Siapkan payung dan baju ganti untuk berjaga-jaga kalau hujan
  • Jangan lupa bawa minum dari hotel, harga minum disini lumayan mahal
Caversham Wildlife Park
Alamat: B/Lot 99, Lord St, Whiteman WA 6068, Australia
Phone: +61 8 9248 1984
Jam operasional: 9.00 - 17.30

Dirgan Fasa Author
Dirgan founded Casa Fasa as a place to share inspiration from his travels and to inspire others to see our world. He now split his time between adventures abroad and adventures in the 9-5 workspace!
follow me
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram

Leave a Reply

close

Enjoy this blog? Viralkan :)