Logika Terbalik Kaum Nyinyir tentang Pep Guardiola Dan Pelatih-Pelatih Lainnya

Reading Time: 5 minutes
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram

 

“Ask Guardiola to be a League champion with Stoke City, and I will admit that he is a great coach” atau “He only dare to managed teams with magnificent funds, like Barcelona, Bayern Munich and Manchester City”


Kebanyakan yang nyinyir begini tuh baru ngikutin bola sejak tahun 2013 kayaknya. Mereka nggak tau sejarah Barcelona sebelum era Pep. Did he really spending unlimited money during his tenure in Barcelona?

Ayo belajar sejarah dikit tentang Barcelona:

*Tahun 2002-2003 : Ambisi mem-Belandakan Barcelona ala Louis Van Gaal bernasib naas, posisi 6 di La Liga, perempat final di UCL dan gugur di first round Copa Del Rey

*2003-2004: The ‘magician’ Ronaldinho tiba di Barcelona, sepaket dengan Frank Rijkaard. Ini merupakan titik awal dari perbaikan prestasi Barcelona ditandai dengan kehadiran Ronaldinho. Posisi dua di La Liga, dan Perempat final Copa Del Rey.

*2004-2005: Nama Messi mulai muncul di tim utama Barcelona, tetapi masih minim kesempatan. Ronaldinho menjadi mentor yang baik dan terkadang trio Ronaldinho-Etoo-Messi pun kerap muncul. Walau Giuly masih menjadi pilihan utama menemani Ronaldinho & Etoo. La Liga: Juara, Copa Del Rey gugur di sesi awal, UCL: Gugur di per-delapan final.

*2005-2006: Merupakan kulminasi atas prestasi dan atraksi dari FC Barcelona di tangan Rijkaard. Magis Ronaldinho sangat kental di setiap pertandingan, ditambah ketajaman Etoo dan versatility dari Giuly.

*2006-2007: When you are on top of the world, kadang kita akan terlena. Inilah yang mulai terjadi di kubu Barcelona. Real madrid yang membangun kembali skuadnya di tangan Capello, menjadi pemenang perburuan La Liga. Barca hanya duduk di posisi kedua dan gugur di semifinal Copa Del Rey serta perdelapan final UCL.

*2007-2008: Kehadiran Thierry Henry yang pindah demi juara UCL, sepertinya harus tertunda sesaat. Tingkat ketidakdisplinan semakin parah. Rijkaard kehilangan control di ruang ganti. Di tahun yang sama, Guardiola memulai karirnya sebagi pelatih Barcelona B. Dia berhasil membawa tim Barcelona B promosi dari Tercera Division (Divisi 3) ke Segunda Division (Divisi 2) dengan menjadi juara di grup kompetisinya (Grupo V – Catalonia) dan memenangkan dua kali playoff.

*2008-2009: Pep memulai karirnya sebagai pelatih tim utama FC Barcelona, membawa beberapa pemain junior ke tim utama, seperti Pedro, Busquets dan Jeffren. Memanggil balik Pique dari Manchester United. Lalu memberangkatkan Ronaldinho, Deco, Zambrotta, Thuram, dan Edmilson guna membangun kembali kedisiplinan dan meramu skuad sesuai image Guardiola. Di tahun ini sejarah Sextuples terjadi. rekor ini bukan Cuma di skala sepakbola, tetapi sejarah di world team-sports pada umumnya. Dan ini adalah debut Messi menjadi seorang false 9 di tangan Pep yang membawanya meraih Ballon D’or di tahun-tahun mendatang.

Magnificent funds darimana? Barcelona memang sudah hebat darimana? 2 tahun sebelum era Pep , Barcelona itu trophyless coi. Pep mulai dari Barcelona B dan bawa mereka promosi. At least bukan given, he earned it.

Oh yeah, aku lupa, tukang nyinyir ga pernah tahu sejarah ini, mereka cuma tahu sepakbola sejak tahun 2013 ke atas. Jadi mereka mengeneralisasikan kalau Pep dapat unlimited funds di Barcelona. LOL.

*2009-2010 : Kedatangan Zlatan dan kepergian Etoo. Bukan sebuah perjalanan mulus di UCL pada musim ini, tetapi La Liga sudah di tangan.

*2010-2011: Mourinho datang ke Real Madrid berbekal treble di klub sebelumnya, Inter Milan. Tetapi di tahun ini, Mou dituntut untuk bermain terbuka sesuai identitas Real Madrid. Tetapi bernasib tragis, dibantai Barcelona 5-0 di Nou Camp. Dan kekalahan berlanjut di Semi Final UCL saat kedua tim berhadapan lagi. Messi menggila. Double Winners La Liga dan UCL pun dikawinkan.

*2011-2012 : Musim terakhir Pep di Barcelona yang memutuskan untuk istirahat sejenak dari hingar bingar sepakbola. Yang utamanya disebabkan oleh perilaku Mourinho yang sudah melewati batas (colok-colok mata Vilanova, terus menyerang Barcelona, mengadu Barcelona dengan asosiasi wasit Spanyol, dll) ditambah dengan perbedaan visi dengan manajemen. Copa Del Rey menjadi penutup karir gemilang Guardiola di Barcelona sebagai pelatih.

Nah selesai belajar sejarah tentang awal karir Pep di Barcelona. Yang masih nyinyir, just admit that you are just hate him. Simple as that. And we close the discussion. Live with our hatred towards him and it won’t change a thing about his achievement.

Oh ya, satu lagi tentang pengakuan melatih tim kecil baru bisa diakui.

Tukang nyinyir biasanya memakai rumus:

“Ask Guardiola to be a League champion with *(input a small team name), and I will admit that he is a great coach”

*= it can be Stoke City, West Brom, West Ham, Swansea, or even Championship teams

OMG, ini logika terbalik yang banyak dipakai oleh kaum nyinyir.


Carlo Ancelotti

Ancelotti tidak memenangkan apapun ketika menangani Parma dan Reggiana, bahkan dengan Juventus, tidak ada scudetto ataupun trofi utama yang diraihnya. Kesuksesan baru menghampirinya ketika menangani AC Milan, Chelsea, Real Madrid, PSG dan Bayern Munich.

Bisakah kita pakai formula yang sama kepada Ancelotti?

“Ask Ancelotti to be a League champion with Parma, and I will admit that he is a great coach”

Hasilnya: VALID


 Atau contoh lainnya,

Massimiliano Allegri by LaPresse/Jonathan Moscrop

Allegri tidak juara dengan Cagliari saat di Serie A. Kejayaan sebenarnya mulai sejak dia menangani AC Milan dan Juventus.

Bisakah kita pakai formula yang sama kepada Allegri?

“Ask Allegri to be a League champion with Cagliari, and I will admit that he is a great coach

Hasilnya: VALID


Jurgen Klopp

Atau Jurgen Klopp deh.

Tidak juara apapun dengan Mainz di Bundesliga. Tetapi membawa Dortmund juara Bundesliga dua kali. Dan saat ini masih belum meraih apa-apa di Liverpool.

Coba kita aplikasikan formula yang sama kepada Klopp.

Ask Klopp to be a League champion with Mainz, and I will admit that he is a great coach

Hasilnya: VALID


Capello nih kita coba ya, The Legendary Fabio Capello. Pelatih yang melanjutkan dream team-nya Arrigo Sacchi.

Fabio Capello

Beberapa Scudetto bersama Milan di awal karirnya, lalu juara La Liga dengan Madrid, AS Roma, dan Juventus. Loh kenapa tidak ada tim papan tengah di karirnya. Padahal dia salah satu pelatih kaliber atas. Mana itu Bologna, mana itu Perugia, mana itu Real Sociedad? Kenapa Capello Cuma melatih tim besar? Ah dia tidak teruji kemampuan coaching-nya.


Arrigo Sacchi deh kita jajal dengan formula kaum nyinyir.

Sacchi

Pelatih legendaris dengan total football dan dream team AC Milan ini berhasil juara hanya dengan AC Milan di seluruh karirnya. Gagal dengan Atletico Madrid dan Parma.

Akankah Kaum nyinyir menggarisbawahi soal ini? Tidak.

Kenapa? Karena mereka belum lahir, dan mereka nggak akan appreciate apa yang Sacchi sudah lakukan dan berikan kepada dunia sepakbola.


Bagaimana dengan Ottmar Hitzfeld?

Juara dengan Dortmund dan Bayern Munich di Bundesliga.

Kaum Nyinyir biasanya akan bilang: Loh kok dia gak berani sih bawa Stuttgart atau Wolfsburg juara?

Wah gak bisa neh diakui kehebatan beliau.


Koleksi tim Louis Van Gaal juga didominasi oleh Ajax, Barcelona, Bayern Munich dan Manchester United. Hanya AZ Alkmaar yang dia bawa menjadi juara Eredivisie tahun 2008-2009. Menakjubkan highlights karir beliau.

Loh tapi kan beliau tidak berani melatih Villareal di La Liga, atau Hertha Berlin di Jerman, atau Swansea di EPL. Dan dia tidak pernah membawa mereka menjadi juara. Bagaimana bisa dikatakan hebat? Coba dulu bawa tim-tim semenjana itu juara, baru bisa diakui!


Marcelo Lippi hanya meraih gelar utamanya di Juventus. Walau pernah melanglang buana dengan beberapa tim lain di Serie A seperti Inter, Napoli dan Atalanta, namun nggak ada gelar juara. Jadi bijimane? Doi jagoan atau bukan? Doi nggak bisa bawa Inter dan Napoli angkat piala. Itungan menurut kaum nyinyir gak diakui lah ya? LOL!


Loh ini lagi Vicente Del Bosque, seumur hidup cuma ngelatih Real Madrid di lima besar liga Eropa. Walaupun banyak piala yang dimenangi bersama Real Madrid termasuk bersama Galacticos, tapi dia kan nggak berani tuh ngelatih tim semenjana. Jadi dia nggak hebat lah ya? Harus juara dulu dong sama Real Betis baru bisa diakuin. LOL!


Okay Jupp Heynckes, yang didewa-dewakan karena treble-nya bersama Bayern di akhir masa baktinya di klub tersebut. Gelar juara utama Beliau cuma datang dari Real Madrid dan Bayern Munich. Tidak ada klub papan tengah lain yang beliau bawa juara Bundesliga ataupun La Liga. Dia tidak bisa membawa Bayer Leverkusen juara apapun, so dengan formula kaum nyinyir bahwa pelatih sukses harus bisa membawa klub papan tengah atau papan bawah jadi juara, doi diakui nggak? LOL.

Nemesisnya Pep Guardiola, Jose Mourinho. Kredit besar patut diberikan kepada Mourinho yang membawa Porto menjadi juara UCL di 2004. It’s a big achievement to him. Sekaligus mengantarkannya ke bangku pelatih Chelsea di musim berikutnya dan semua sejarah bermula dari sana.

Kaum Nyinyir akan berkata: “Loh, kenapa Mourinho tidak melatih Stoke City dan bawa mereka juara? Ah Chequebook Manager! Cuma berani melatih tim kaya seperti Chelsea, Real Madrid, Inter Milan dan Manchester United.”

Masalahnya adalah, ada pelatih yang memulai karir dari tim kecil lalu dipinang tim besar dan melanjutkan karirnya bersama tim besar di sebagian besar fase kepelatihannya. Atau ada juga yang dipinang tim besar langsung seperti Pep Guardiola di Barca, Arrigo Sacchi, Zidane dan Del Bosque.

Apakah itu salah mereka? Apakah mereka harus turun kasta setelah meraih keberhasilan dengan tim besar? Bisakah kamu memaksakan jalan hidup mereka dengan scenario subjektif fiktif yang ada di kepalamu semata?

Apakah karyawan yang bekerja di Perusahaan Top 50 di Indonesia harus resign dan memulai karir di perusahaan kecil hanya untuk membuktikan bahwa dirinya capable? Logika terbalik sepertinya yang dipakai kaum nyinyir.

Mereka tidak perlu pengakuanmu, dunia sepakbola saja sudah mengakuinya. Then who are you? Why your opinion matters?

Top Manager only working with Top Clubs. Period.

Dirgan Fasa Author
Dirgan founded Casa Fasa as a place to share inspiration from his travels and to inspire others to see our world. He now split his time between adventures abroad and adventures in the 9-5 workspace!
follow me
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram

One thought on “Logika Terbalik Kaum Nyinyir tentang Pep Guardiola Dan Pelatih-Pelatih Lainnya

Leave a Reply

close

Enjoy this blog? Viralkan :)