I Want You To See What I’ve Seen

Reading Time: 2 minutes
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram

W ah, nggak berasa ya. Sudah hampir sepuluh tahun lamanya aku merantau di negeri Singa ini. Karena pekerjaanku mengharuskan aku terus traveling, 100 ribu miles kujalani setiap tahunnya dan lebih dari separuhnya kulewati sendirian. Memang banyak teman-teman baru di perjalananku, kenalan-kenalan baru yang keren, tapi kehadiran orang tercinta selalu tidak tergantikan. Dan begitu banyak tempat-tempat indah yang bisa kunikmati. Cuma sendiri.

Solo Travel

Seperti indahnya senja di jembatan Eisner Steg, saat langit malu-malu mengganti warnanya dan menyuruh matahari berganti giliran tampil dengan bulan. Iringan gitar pemusik jalanan berirama reggae yang mendendangkan lagu karangan Billy Joel, Just The Way You Are. Saya yakin banget, Indra Lesmana, Meuthia Kasim dan Dimas Jay akan langsung meloloskan pengamen ini ke babak eliminasi Indonesian Idol.

Sunset at Eisner Steg, Frankfurt

Travelling is fun, but it will be more fun when you do it with the one that you love

Atau damainya hati saat menyusuri kanal Marne-Rhine di Strasbourg, sebuah kota imut setelah perbatasan antara Jerman dan Perancis. Rumah-rumah klasik dengan arsitektur kayu yang dominan ala desa di region Alsace pada umumnya; mengapit kanal yang memiliki lebar 5 meter lebih sedikit itu.

Petite France, Strasbourg

Juga tak kalah berkesannya kala menikmati kerlip bintang sepanjang perjalanan pulang dari Great Ocean Trip ke Melbourne. Pantulan cahaya bulan ke jendela kaca transparan tempatku menyenderkan kepala yang lelah. Terangnya sinar rembulan yang menari-nari di kelopak mataku seakan ingin menunjukkan kepadaku bahwa bintang-bintang sedang gemerlap malam itu. Tak kuhitung berapa lamanya kupandangi sekawanan bintang tersebut, karena debur ombak laut selatan Australia membuatku lupa akan batasan waktu.
Juga tak kalah berkesannya kala menikmati kerlip bintang sepanjang perjalanan pulang dari Great Ocean Trip ke Melbourne. Pantulan cahaya bulan ke jendela kaca transparan tempatku

Watching stars on my way back to Melbourne

Pada akhirnya ku sadar kok, memang bukan hanya destinasi yang membuat sebuah perjalanan itu spesial, tetapi dengan siapa kita bagi bersama pengalaman selama di perjalanan itu. Banyak orang akan bertempur untuk berada di posisiku saat ini, traveling dengan frekuensi tinggi ke tempat-tempat mempesona, tetapi rasa kesepian terus muncul. Saya kepingin sekali orang yang saya cintai ikut bersama saya menikmati pemandangan ini. Saya benar-benar ingin berbagi semua kenyamanan dan sejuknya udara dingin di Jepang bersamanya. Bayangan akan kami berdua yang sedang berlomba mengeluarkan gumpalan asap dari mulut saat sedang bermain salju melintas dalam fantasi saya. I want to take her to see what I’ve seen..

“Happiness is real when you share.”

Dirgan Fasa Author
Dirgan founded Casa Fasa as a place to share inspiration from his travels and to inspire others to see our world. He now split his time between adventures abroad and adventures in the 9-5 workspace!
follow me
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram
close

Enjoy this blog? Viralkan :)