Review: Hotel Indigo Singapore Katong

Reading Time: 5 minutes
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram

Tinggal di hotel yang asyik memang menjadi dambaan semua orang. Namun pasti lebih baik dan seru kalau bermalam di hotel asyik yang terletak di kota tempat kamu berdomisili.

Ya, kesempatan ini datang saat peringatan hari pernikahan kami. Keputusan untuk berperan sebagai turis di kota sendiri sudah kucanangkan jauh-jauh hari. Pilihan kami jatuh ke Hotel Indigo Singapore Katong.

Hotel ini sudah menjadi bidikan saya sejak pertama kali masuk ke Singapore. Merk Hotel Indigo merupakan sebuah design-inspired hotel keluaran IHG (Intercontinental Hotels Group). IHG tidak mau kalah dalam melayani tamu di segmen boutique dan upscale sekaligus merambah pasar milenial yang gemar sekali ber-selfie girang.

Courtesy : IHG.com

Desain yang autentik, local culture based experience dan old-school luxury adalah penawaran special dari Hotel Indigo. Poin-poin khas Hotel Indigo ini juga diterapkan oleh Hotel Indigo Singapore Katong yang berada di area dengan dominasi budaya Peranakan.

Mulai dari desain ala Peranakan berupa art murals dan kerajinan keramik di setiap sisi property mereka hingga seragam para resepsionis dipersembahkan sebagai tribute kepada lingkungan sekitar.

Corak-Corak khas Peranakan juga tergambar di eksterior bangunan


LOKASI

Lahan yang ditempati Hotel Indigo Singapore Katong sekarang ini dulunya adalah bekas Kantor Polisi Joo Chiat. Boutique Hotel yang sangat menarik untuk di-explore lebih jauh, karena menyajikan perpaduan yang unik antara gaya arsitektur modern dan bangunan kuno yang dilestarikan (Bekas Kantor Polisi Joo Chiat).

Katong Square – tepat di sebelah Hotel Indigo Katong Singapore

Bersebelahan dengan Holiday Inn Express Katong, memberikan opsi luas bagi traveller untuk mencobai dua merek hotel IHG tersebut. Di sebelah kanan Hotel Indigo ini, Katong Square bisa menjadi alternative untuk berkumpul dengan relasi ataupun kongkow sejenak menghabiskan “me-time” kamu.

Nah sedangkan di belakangnya, sebuah shopping mall lawas, Katong I12 siap untuk dijelajahi. Jadi, secara lokasi, Hotel Indigo Singapore Katong ini dikelilingi oleh tempat belanja dan zona bersantai.

Courtesy : Google Maps, Edited by: CasaFasa.com

Lebih jauh lagi, dalam perimeter 250 meter, barisan jajanan asli Singapore yang dikemas dalam bangunan kuno peninggalan budaya Peranakan sudah menunggu untuk dijajal lebih jauh. Mulai dari 328 Katong Laksa, Aston’s Specialties dan Awfully Chocolate. Atau jika lidah kangen dengan jajanan impor, Brotzeit (khas Jerman), Mookata (citarasa Thailand) atau Zaffron Kitchen (makanan India Utara).

Courtesy: Google Street View

Courtesy: Google Street View


LOBBY

Saya tiba di hotel setelah waktu makan siang, mencoba menyesuaikan dengan waktu check-in pukul 2 siang. Dengan santainya menaiki bis nomor 43 dari Paya Lebar MRT, sekitar 10 menit dan tujuh pemberhentian, lalu jalan dikit sekitar 200 meter, sampai deh ke hotel ini.

Atau kalau yang mau langsung dari Changi Airport, bisa mengambil bis nomor 36 di Changi Airport Basement, lalu turun di Parkway Parade. Dan lagi, jalan kaki dikit. Gak apa-apa kan yah banyak jalan di Singapore. Anggap aja olahraga cardio outdoor, daripada cardio di treadmill atau yoga melulu, bosen kan?

Dari rute di atas, kedengerannya jauh ya? Nggak kok, semua serba gampang kalau jalan di Singapore. Yah namanya kita mengunjungi dan berasimilasi dengan kekayaan budaya lokal, jadi kita harus menyesuaikan dengan dalamnya lokasi mereka.

Umm.. Masih males jalan ceritanya? Sabar yah, perkiraan setahun sampai dua tahun lagi, stasiun MRT Marine Parade yang terletak pas di belakang hotel ini akan berdiri.

Tapi begitu sampe, dijamin bakalan excited banget! Suer! Sekali sudah berada di dalam lingkungan hotel, there is no regret!

Ikon dan motif-motif Baba dan Nonya ala Peranakan sangat kental sekali di area lobby. Desain warna-warni di dinding fitur belakang meja resepsionis terbentuk dari gabungan kepingan porselin warna-warni dan keramik ubin.

Courtesy: Booking.com

 

Colourful Peranakan Motifs

Instagramable Hotel Galore – instalasi berseni tumpukan guci-guci sentuhan Oriental yang dilukis dengan tangan

Adoring the allure of Hotel Indigo’s interior design

Sambil menunggu proses check-in dan di tengah mengagumi penampilan lobby hotel, welcome drink pun disuguhkan.

“Ice Latte or Tea, Mr Fasa?”

“Ice Latte for sure!”


LOBBY LOUNGE

Menikmati welcome drink paling afdol ya di lobby lounge.

Setelah mataku tidak berhenti menyisir betapa indahnya desain interior di area lobby, begitu melangkah ke Lobby Lounge; sumpah! I’m literally shaking my head because of the colour and the details.

Perpaduan karya firm desain, eco.id dan arsitek, Ong & Ong berpadu utuh dan tak bisa dipisahkan. Varian warna lampu meja yang kontras, bergantung linear dengan toples keramik bewarna dominan hijau ditambah pemanis warna merah muda. OMG, i remember that i have this kind of jar at my home, long long time ago.

Perpustakaan kecil mendukung para tamu untuk duduk berlama-lama dengan segelas kopi. Disinari dengan cahaya matahari alami yang merasuk dari dinding kaca transparan.

 

Jika kamu bosan melihat kumpulan aksara yang terpandang, boleh menyimak sedikit kehidupan di luar hotel yang terpatri melalui kaca tersebut. Kehidupan lalu lalang di belahan Timur kota Singapore yang bisa menyisipkan sebongkah inspirasi kehidupan.

Sculputre Singa yang terbuat dari bahan mika merah transparan. What an art!

Damn! I love to be here, forever. Umm.. Maybe not forever, but for a long time.


ROOM

Berlabuh di lantai 10, dengan nomor kamar 1017. Kamar tipe dengan Premier King seluas 30 meter persegi dialokasikan kepada saya.

Look at the Carpet!

1017 – Premier King Room

Dengan pemandangan garis langit dan ruko-ruko desain Peranakan dari angle yang berbeda memberikan kesan bahwa Singapore itu luas dan tidak monoton. Nggak Cuma yang “itu-itu aja”. Tau kan maksudku tentang yang “itu-itu aja” ? Ya bener kamu, Orchard, MBS, Sentosa dan sekitarnya. Itu yang kumaksud 2IA ( baca : dua i a) alias itu-itu aja.

Side of Singapore that not so popular for foreigners

The View of Joo Chiat Road

Singapore Skyline

Nggak pernah ada hotel di belahan bumi ini yang menggunakan meja karambol sebagai coffee table. Sekali lagi: MEJA KARAMBOL. What!? There is no such creative thing ever cross my mind,  your mind and majority of people! I was amazed!

Ornamen-ornamennya bener-bener membawaku ke masa kecil, tapi bukannya berasa jadul juga, lebih ke unique sih menurut aku. Eco.id, the interior firm, really does an awesome masterpiece, the reflection of the vibrant neighbourhood character crafted brilliantly.

Di kamar tidur ini setiap detilnya memiliki ciri budaya Peranakan.

Seorang seniman negri sendiri, Don Low, dipercayakan untuk membuat mural-mural yang menhadirkan atraksi-atraksi di jalanan Singapore. Seperti yang ada di ruanganku kali ini, adalah sebuah rutinitas warga Singapore sehari-hari yang sedang menyantap sarapan mereka di hawker center.

Kopi O, semangkuk telur setengah matang dan roti bakar menjadi pilihan utama warga sekitar, itupun tergariskan secara apik di dinding fitur tempat tidurku.

Di atas  side-table, Handy, sebuah tren  hotel masa kini dalam mendefinisikan ulang sebuah arti teknologi di industri hospitality, sudah nangkring minta disentuh.

Complimentary fruits and cookies as an IHG Gold Member

Welcome Letter from the General Manager

Dari kiri ke kanan searah jarum jam: Permen-permen jadul, mug gambar ayam jadul, baskom untuk rendaman kaki (ada HANDUK SEJUTA UMAT di dalamnya!!), seperangkat kopi dan teh beserta maker-nya

BASIN, BATHROOMS & TOILET

Sudah lelah dengan aktivitas seharian? Atau bosan bermain karambol dengan para relasi? It’s time to refresh yourself then.

Nah yang memasuki area terakhir dari kamar tidur, adalah kamar mandi dan toilet. Terletak terpisah antara tempat cuci tangan, toilet dan area shower. Dan semuanya tanpa privasi, menghadap langsung ke skyline Singapore. Dan TRANSPARAN guys!!

Cuma dibatas oleh kaca yang bisa tembus dilihat oleh orang awam. Tidak perlu kekuatan supernatural lah ya supaya bisa menyaksikan para tamu yang bersih-bersih.

Tapi jika anda benar-benar tipe orang yang sangat membutuhkan privasi, ada sebuah partisi yang bisa dipakai untuk membatasi antara area kamar mandi dan ruang tidur.

Area pertama yaitu tempat foot spa ada di sebelah kanan ruangan lengkap dengan baskom merah putihnya, lalu di sebelah kiri ada hand wash basin yang didesain dengan sangat fantastis!

Tebak dari apa?

Dari mesin jahit “Singer” jaman nyokap gw jahit guys! #smh

Basin made from the old Singer sewing machine

Nah letak kamar mandi dan toilet ada di belakang mesin jahit ini. Dengan tiles yang instagramable banget!


ROOFTOP POOL & GYM CENTER

Kriteria kolam renang hotel yang keren harus berbarengan dengan pemandangan yang sadis. Hotel Indigo Singapore Katong punya daya tarik tersebut.

Pemandangan fantastis nan romantis di malam hari dari lantai 16 hotel ini menyempurnakan sesi berenangku. Kolam renang sepanjang 25 meter ini menyuguhkan cakrawala distrik Joo Chiat, Dan sebagian dari Paya Lebar juga Eunos pun dapat terlihat dari ketinggian 16 lantai ini.

Last but not least, di lantai yang sama ada juga loh gym center bagi para tamu yang suka membakar lemak hasil makan Katong Laksa tiga piring tadi siang (bukan saya loh tamu tersebut. LOL!)

Peralatannya pun cukup lengkap dan fungsional. Dari treadmill hinggal dumble, serta fitness machine multiguna. Basic but useful.


CONCLUSION

Sebuah pengalaman tersendiri untuk bermalam di Hotel Indigo Singapore Katong. Cocok bagi para wisatawan maupun warga lokal yang ingin mengasingkan diri dari hiruk pikuknya pusat kota Singapore. Pada akhir minggu, terlihat banyak keluarga-keluarga asal Singapore yang staycation guna menyegarkan kembali pikiran dan raga mereka.

My tips: Always ask for the higher floor. The view is stunning. Of if you can’t get it, take the lift to 16th floor, and enjoy the 270 degrees view of East Singapore.


CONTACT

Hotel Indigo Singapore Katong
Address: 86 East Coast Road, Singapore 428788
Phone: 6723 7001
Website: Hotel Indigo Singapore Katong
Instagram:@hotelindigokatongsg

Dirgan Fasa Author
Dirgan founded Casa Fasa as a place to share inspiration from his travels and to inspire others to see our world. He now split his time between adventures abroad and adventures in the 9-5 workspace!
follow me
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram

7 thoughts on “Review: Hotel Indigo Singapore Katong

  • Reply Fazatraveldiary February 20, 2018 at 8:41 pm

    Waaaaah, kece abis interior kamarnya ya, bener bener berhasil menyatukan culture tradisional dan teknologi modern masa kini, patut banget di coba saat ke singapore 🙂

  • Reply Hotelopedia February 20, 2018 at 9:53 pm

    Super kece dan berasa bisa nostalgia banget! Desain yang buat aku benar-benar gak terbayangkan dan tentunya akan jadi pengalaman super menarik bagi tamu-tamunya.

    Ulasan yang bagus banget, mas. Apalagi foto-foto mas Fasa mah memang super juara. 😀

    • Reply Dirgan Fasa February 23, 2018 at 12:45 pm

      makasih mas atas komennya, membuat saya termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi 🙂
      thanks for the support so far

  • Reply Matius Teguh Nugroho February 26, 2018 at 2:30 pm

    Aku baru tau mas Fasa udah punya istri, hahaha.

    Kirain hotel berbintang standar dengan desain minimalis modern, ternyata nuansa peranakan tionghoa-nya kental banget! Mungkin biar menyatu dengan karakteristik Katong ya. Katong sendiri jadi salah satu wishlist-ku kalau nanti ada kesempatan ke Singapura lagi. Sebagai pecinta nuansa melayu dan peranakan, kayaknya hotel ini cocok buatku. Terus aku juga suka sama kamar mandi transparan, nggak merasa malu sih hahaha.

    • Reply Dirgan Fasa February 26, 2018 at 10:45 pm

      hahhaha iya mas sudah beristri aku ini. kirain sudah tau.
      btw Katong memang unik mas, masih terlestarikan dengan baik.
      Tapi banyak area juga yang gak kalah sih, Tiong Bahru wajib dikunjungin Mas kalau kesini.

      suasana Tradisionalnya masih kental banget.. hehe

  • Reply Mercure Singapore Bugis : Kamar Hotel Dua Tingkat! [REVIEW] | Casa Fasa July 15, 2018 at 6:47 pm

    […] kita jarang datangi di Singapore. Akhirnya pilihan jatuh ke daerah Katong, dimana kami bermalam di Hotel Indigo Katong (yang sudah kureview beberapa waktu lalu). Ditambah dengan area Bugis, dengan pilihan hotel yang […]

Leave a Reply

close

Enjoy this blog? Viralkan :)