Pep Guardiola Bisa Dikalahkan Dengan Cara Ini [UNOFFICIAL GUIDE]

Reading Time: 4 minutes
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram

UNOFFICIAL GUIDE : Cara untuk mengalahkan Tim Pep Guardiola

EPL berhasil ditaklukkan dengan indah oleh Pep Guardiola, selusin rekor dipecahkan, dan yang paling sadis adalah pencapaian 100 poin selama semusim. Nothing can top up this record.

Pep Guardiola's Manchester City the record breakers

Manchester City the record breakers

The Invincibles, Arsenal 2003-2004, boleh saja berargumen bahwa tim mereka lebih mumpuni, tapi melihat jumlah 12 kali seri mereka, dapat terlihat tim yang masuk lapangan untuk all-out menang dengan tim yang masuk lapangan untuk sekedar “nahan” yang penting rekor unbeaten mereka tidak tercoreng.

Aku pun termasuk dalam kelompok orang yang kegirangan saat Arsenal mencapai predikat unbeaten di musim tersebut. Tetapi Pep Guardiola beserta filosofinya belum beranak di masa itu. So aku nggak bisa membandingkan keduanya.

Man City 2017-2018 vs Arsenal 2003-2004

Man City 2017-2018 vs Arsenal 2003-2004

Racun dari aspek efisiensi dan “bermain dengan otak” ala Pep Guardiola selama 10 tahun membuatku melihat sepakbola dengan cara yang berbeda. Sepuluh tahun lalu mungkin aku bisa dengan cepat mengidolakan individu dengan trik dribel berjurus-jurus, seperti Ronaldinho, Ronaldo, Okocha, Zidane, dll. Namun untuk sepakbola di era milenial ini, dribel simple nan efisien ala Hazard, Messi dan Sane menjadi prioritas tontonan bagiku.

“Pep Guardiola simplified football to its original roots. Kalau tidak bisa menyerang dari satu sisi, pindah ke sisi lainnya, jangan dipaksa. Main bola itu perlu mikir, insting semata tidak akan bisa membawamu ke level yang lebih tinggi”

Okay, cukup ah paragraf pembukanya, saatnya masuk ke topik utama.

Eh tunggu! Untuk yang masih nyinyir dan berpikiran Pep Guardiola harus handle tim sekelas Stoke City atau Southampton supaya bisa diakui sebagai pelatih kelas dunia, baca ini dulu aja.

UNOFFICIAL GUIDE : Cara untuk mengalahkan Tim Besutan Pep Guardiola

Udah keren belum judulnya? Ngarep-ngarep bisa narik banyak readers. Anyway. Aku nggak akan bahas mengenai taktik, peran pemain, kebijakan transfer, Arab Money, Chequebook Manager, Emptyhad Stadium, etc yang sudah banyak bergelimangan di Google.

Aku lebih melihat dari segi lain, yakni cara menghentikan City dan semoga berguna bagi tim-tim EPL di musim depan. Tapi di lain sisi, semoga Pep Guardiola juga belajar dari blog aku ini tentang faktor-faktor apa saja yang perlu dibenahi dan ditingkatkan untuk musim berikutnya. Wakakakak. Ngarep.

Hanya ada enam tim yang berhasil mengambil angka dari Manchester City di EPL musim ini:

  • Manchester United : 3 poin (menang vs City 2-3)
  • Liverpool : 3 poin (menang vs City 4-3)
  • Everton : 1 poin (Seri 1-1 vs City)
  • Crystal Palace : 1 poin (seri 0-0 vs City)
  • Huddersfield : 1 poin (seri 0-0 vs City)
  • Burnley : 1 poin (seri 1-1 vs City)

Di UCL, hanya Liverpool yang berhasil memberhentikan City di dua leg sbb:

  • Liverpool menang 3-0 (Leg 1)
  • Liverpool menang 1-2 (Leg 2)

Di FA Cup,

  • Wigan menang 1-0 vs City

Bercermin dengan rentetan hasil di atas, maka kusimpulkan enam cara untuk mengalahkan City sbb:

  1. Menutup “spaces” bermain (Stamina super banyak kudu dipunyai di setiap lini).

Liverpool adalah contoh yang paling tepat (mungkin cuma satu-satunya contoh di musim ini). Filosofi sepakbola Pep Guardiola adalah menyerang “spaces”, dia meletakkan spaces di atas segala hal dalam melatih.

Klopp yang sudah sering berhadapan dengan Pep Guardiola, sadar betul akan hal ini. Dia mengutus Salah, Firmino dan Mane untuk menekan defenders City sejak menit awal. Ederson, Stones, Otamendi, Walker yang biasanya nyaman saat memegang bola sambil mencari pola serangan, dibuat kalang kabut. Jaminan sukses memang, tetapi butuh stamina yang banyak banget. Di EPL, Liverpool nyaris dibalap dari kemenangan 3-0 jadi 4-3. Jika ada waktu tambahan lagi, mungkin bisa 4-4. Stamina pemain Liverpool jelas banget udah ‘ngap’

  1. Bertahan dengan 11 pemain di seperempat area sendiri.

Ini rumus baku yang dianut oleh Huddersfield dan Palace, atau boleh kusebut dianut oleh banyak tim papan bawah. Tapi yang berhasil untuk menetralkan gawang mereka dari kejebolan hanya tim asuhan Wagner dan Roy Hodgson. They don’t want to play football, they just want to avoiding loss. Bisa dimengerti dan dipahami.

Ini akan jadi pekerjaan rumah bagi Pep Guardiola karena musim depan akan banyak tim meniru blueprint – nya Huddersfield dan Palace. Satu poin yang didapat saat melawan City bukan hal yang jelek.

Some teams got it, some teams lost it.

  1. Serang Manchester City-nya Pep Guardiola!

Ini adalah taktik kamikaze yang Cuma bisa dilakukan oleh Liverpool. “Bagaimana menghentikan serangan City? Ya serang mereka terlebih dahulu aja”.

Apalagi dengan dukungan atmosfer Anfield yang bikin bulu kuduk berdiri selama 90 menit, pertama kalinya kulihat pemain City nggak tau harus ngapain.

Sekedar catatan, Arsenal dan Tottenham juga mencoba menyerang City musim 2017/2018 kemarin, tetapi berakhir tragis. Mereka tidak berhasil menyarangkan gol lebih banyak daripada gol yang bergulir ke gawang mereka.

Bek kualitas premium seperti Van Dijk dibeli Liverpool karena suatu alasan, kuat di udara dan pandai membaca bola. Dan ini adalah kunci sukses Liverpool untuk mengontrol serangan dan pertahanan kala menyerang total area Manchester City

  1. Bertahan dengan solid lalu Counter Attack

Burnley berhasil mencuri angka dengan mengimplementasikan startegi ini. Mereka membiarkan Tim Pep Guardiola untuk mendominasi permainan. Dan membunuh mereka saat lengah melalui serangan balik.

Tetapi yang benar-benar berhasil menguasai taktik ini tak lain adalah guru besarnya, Jose Mourinho. Pada paruh musim kedua tepatnya di kandang Machester City, Etihad Stadium, Mourinho membiarkan timnya didominasi oleh City selama setengah babak. Baru di babak kedua, Paul Pogba yang tumben bisa bermain sesuai instruksi Mourinho, menenggelamkan City.

  1. Kelengahan Bek Sayap

Kyle Walker merupakan figure penting untuk kesuksesan City di musim ini, namun kesalahan fatalnya kala melawan Wigan, menutup kisah treble Manchester City. Berbanding terbalik dengan Delph yang minim error, Walker masih belum terbiasa dengan pola permainan Pep Guardiola.

Seperti wawancara Pep dengan Sky Sports pada 13 May 2018 tentang hal-hal apa saja yang bisa ditingkatkan oleh Walker:

“His accuracy with the ball, making simple passes – because he can lose the ball – and to be focused on what he has to do for 90 minutes.

“Sometimes he has high moments and then he is down low. He needs to maintain as a defender a seven, eight [out of 10].

“You have to be focused on what you have to do and it doesn’t matter what happens during the game, good or bad, because you are a top, top player and he can do it.”

  1. Keputusan Wasit

Beberapa keputusan pemimpin pertandingan ini memang terkadang tidak berdampak banyak karena dibungkus oleh konsistennya performa City.

Tapi di ajang turnamen seperti UCL, satu kontroversi bisa mengakhiri impian sebuah tim. Gianlugi Buffon ngerti banget soal ini saat melawan Real Madrid kemarin. Berakhir cukup tragis untuk Juventus karena keputusan wasit yang “tidak menggunakan hati.”

Dianulirnya gol Leroy Sane saat melawan Liverpool di babak pertama leg kedua Liga Champions kemarin menjadi salah satu unsur kekalahan City. Ditambah dengan diusirnya Guardiola, City bermain separuh babak tanpa nakhoda. Keputusan yang menuntaskan kekalahan City atas Pool untuk kedua kalinya di UCL.

Musim depan para rival City akan menginvestasikan banyak dana untuk memperbaiki lini-lini mereka yang rawan. Akankah rekor transfer kembali terjadi?

Dengan enam cara untuk menghentikan Tim Pep Guardiola yang kusajikan di atas, akankah ada tim yang mengambil beberapa dari itu?

We’ll see..

Manchester City 100 Points besutan Pep Guardiola

Manchester City 100 Points

Kalau menurut kalian guys, cara apalagi yang bisa menghentikan tim-nya Pep Guardiola di musim depan?

Share di mari ya 🙂


 

Dirgan Fasa Author
Dirgan founded Casa Fasa as a place to share inspiration from his travels and to inspire others to see our world. He now split his time between adventures abroad and adventures in the 9-5 workspace!
follow me
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram

Leave a Reply

close

Enjoy this blog? Viralkan :)