fbpx

Mengejar Senja di Bendungan Kampili, Gowa (Tulisan Tamu)

Reading Time: 2 minutes

Beberapa waktu lalu, aku sempat menginformasikan kepada followers-ku di Instagram bahwa aku akan menampilkan tulisan-tulisan perjalanan teman-teman di blog-ku.

Tulisan yang masuk akan aku seleksi terlebih dahulu dan jika lolos seleksi, makan akan tayang di blog Casa Fasa ini.

Kali ini aku mau berbagi sebuah cerita perjalanan dari Liana (Instagramnya: @liana_liang), serta teman seperjalanannya yang berkontribusi melalu dokumentasi visualnya yaitu Tirza (Instagram: @georginatirza)

Mari kita ikuti tulisan singkat hasil kolaborasi dua pejalan ini.

 

Look deep into nature, and then you will understand everything better. – Albert Einstein

Siang itu saya dan teman-teman saya berkunjung ke salah satu rumah teman kami di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.

Perjalanan hampir satu jam dari Makassar terbayarkan dengan kue kering, es buah, dan opor ayam.

Setelah makan dan mengobrol, teman saya mengajak kami ke Bendungan Kampili.

Deket kok, cuma dua menit dari sini. Kapan lagi, mumpung kalian lagi di Gowa loh.”

Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke Bendungan Kampili yang katanya dua menit dari rumah teman kami.

“Mana, katanya dua menit,” celetuk salah satu teman saya di dalam mobil.

Waktu yang ditempuh sebenarnya hampir setengah jam, tapi pemandangan sawah yang menghijau dan rombongan kerbau yang berada di sisi jalan merupakan hal baru bagi kami yang hidup di kota.

Sekitar 2 km dari kampus IPDN, tibalah kami di Bendungan Kampili.

Bendungan Kampili, Gowa, Sulawesi Selatan (Photo by @georginatirza))

Bendungan Kampili, Gowa, Sulawesi Selatan (Photo by @georginatirza)

Bendungan yang dibangun pada tahun 1930 dengan luas wilayah sekitar 10 hektar ini terletak di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia.

Keindahan bebatuan yang terbentuk alami dan air terjun mini di antara bebatuannya merupakan daya tarik tersendiri bagi para wisatawan, sehingga bendungan ini dijuluki sebagai miniatur Grand Canyon-nya Kabupaten Gowa.

Waktu terbaik untuk mengunjungi bendungan ini adalah ketika musim kemarau, karena debit air berkurang sehingga keindahan bebatuan terlihat dengan jelas.

Kalau musim hujan bendungan ini akan ditutup untuk wisatawan karna air akan menutupi bebatuan dan arusnya cukup deras.

Selain untuk foto-foto dengan tema alam, wisatawan juga bisa melihat sunrise maupun sunset (hanya cahaya kekuningan)dari bendungan ini.

Bendungan Kampili, Gowa, Sulawesi Selatan

Bendungan Kampili, Gowa, Sulawesi Selatan (Photo by @georginatirza)

Jarak yang ditempuh untuk ke sini yaitu sekitar 22 km atau kurang lebih satu jam perjalanan menggunakan mobil ataupun motor dari ibukota Sulawesi Selatan, Makassar.

Biaya yang harus dikeluarkan juga sangat murah, yaitu cukup lima ribu rupiah untuk membayar parkir kendaraan kita, namun harga dapat berubah sewaktu-waktu.

Walaupun bendungan ini cukup ramai didatangi orang, pengelolaan nya masih jauh dari standar dan tidak sedikit kami juga menemukan sampah di sekitarnya.

Semoga ke depannya bendungan ini dapat dikelola dengan lebih baik lagi sehingga tidak mengurangi daya tarik wisatawan yang berkunjung ke bendungan ini.

 

=============================================

Tulisan pendek dari Liana tersebut mengingatkan kita semua bahwa selalu ada cerita dalam setiap perjalanan. Kemampuan memproduksi pengalaman selama traveling menjadi sebuah karya pribadi baik itu berupa tulisan panjang atau jurnal singkat selalu pantas diapreisasi.

Aku menunggu lebih banyak lagi tulisan dari teman-teman supaya bisa aku perkenalkan lebih jauh kepada traveler di luar sana.

Salam,

Dirgan Fasa

Dirgan Fasa Administrator
Dirgan Fasa Dirgan founded Casa Fasa as a place to share inspiration from his travels and to inspire others to see our world. He now split his time between adventures abroad and adventures in the 9-5 workspace!
follow me

Leave a Reply