Aset Terbesar Untuk Bisa Berhasil Dalam Segala Hal

Reading Time: 2 minutes
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram

So tell me about your strengths and weaknesses“, tanya si Managing Director saat wawancara kerja di akhir Desember 2014.

Wow! dalam batin ku terkaget. Kapan ya terakhir kali aku diinterview, mungkin 5 tahun lalu. Terlalu terlena di perusahaan sebelumnya sukses bikin skill interviewku tumpul.

Tapi Aku yakin kalau Si Jepang ini sudah banyak mendengar jawaban template ala Google. Cukup ketik aja, “best answer for job interview” atau “the most frequent questions by HR during job interview”. Hasil pencariannya bisa lebih dari ratusan ribu, dan hampir semuanya mirip-mirip. Jadi jawaban kamu dengan kandidat lain bisa jadi sama, dan interviewer sudah kebal dengan jawaban hafalan seperti itu.

Nah, untuk pertanyaan di atas, tentang kekuatan dan kelemahan diri kamu, jawaban kebangsaan yang keluar untuk kekuatan seseorang biasanya : multi-tasking, teamplayer, hardworker, overachiever dll.

Anehnya tidak gampang untuk menemukan jawaban konkrit atas kelemahan kandidat, malahan yang banyak beredarΒ  adalah kelebihan yang dibungkus tipis dengan adonan kelemahan. Seperti misalnya, perfeksionis, overthinking, too much focused, dll.

OMG, ini bukan kelemahan oii, ini cuma cara menjual diri kamu dengan tidak realistis. Secara halus, kamu sedang memasang jebakan Batman bagi calon employer kamu.

Jadi keingat kalau lewatin toko di Glodok, biasanya kalau yang punya toko selalu mengklaim barang dagangannya paling terbaik dibanding yang lain, biasanya berbanding terbalik.
They are too ‘overselling’ in order to cover their real weaknesses.

Posisi yang kulamar waktu itu adalah “Regional Sales Manager“, posisi yang serupa dengan pekerjaanku di kantor sebelumnya. Hanya saja, yang menjadi pembeda adalah di teritori area salesnya saja. Kalau dulu aku lebih banyak main di Eropa dan Asia Tenggara, kali ini Aku fokus ke pasar Indonesia.

Ku jawab lah pertanyaan interview si Jepang itu macam begini, “My Strength is Connect to People, it is something that you cant learn in University or even in MBA. You only can gather this skills by experience in liaising and handling thousands of people in your life.

With this thing, i can solve plenty of unfavorable situations in my life, and build the relationship with many people that may help me in the future.”

Done.

I have a positive feeling from this interview, Gan”

“Awesome then”, jawabku.

“Asal jangan positif hamil aja, kan kita nggak berbuat yang aneh-aneh waktu di dalam ruangan tadi”, celetuk ku di dalam hati.

I know myself very well, satu kekuatan dari diriku yang asli sudah cukup untuk membawaku menuju babak wawancara selanjutnya dan akhirnya bekerja di perusahaan MNC Jepang ini.

So..

Menurutku, aset terbesar kita sebagai manusia adalah cara berhubungan dengan orang lain tanpa kehilangan jati diri kita yang sebenarnya.

Apa kekuatan dan kelemahan mu? Do you know yourself better?

*P.S : Jawaban atas kelemahanku saat interview tidak untuk diungkapkan ke publik, karena mengandung unsur-unsur tidak realistis dan bersifat menjebak ;p

Dirgan Fasa Author
Dirgan founded Casa Fasa as a place to share inspiration from his travels and to inspire others to see our world. He now split his time between adventures abroad and adventures in the 9-5 workspace!
follow me
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram

Leave a Reply

close

Enjoy this blog? Viralkan :)