Apa Yang Kamu Nggak Tahu Dari Pekerjaan Pramugari/a?

Reading Time: 3 minutes
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram

Kurang lebih sekitar separuh dari 360 hari dalam satu tahun aku mengudara. Teman setia sekaligus teman tidak akrabku kebanyakan adalah penumpang pesawat lain. Jarang ku temui wajah-wajah yang sama di setiap penerbanganku.

Begitu juga dengan para pramugari/a yang selalu bertatap muka, sangat jarang kulihat mereka untuk kedua kalinya di berbagai rute penerbangan yang berbeda.

Secara kasat mata, dasar pekerjaan kami memang terlihat serupa. Kami mengudara hampir setiap minggu bahkan tak jarang lebih dari satu kali seminggu.

Namun bedanya, ketika sedang di atas awan, aku bekerja sambil duduk, mereka bekerja sambil berdiri. Dan itu aktivitas itu repetitif. Berbanding linear dengan lamanya perjalananku.

Jika penerbanganku memakan 12 jam, maka selama 12 jam itulah mereka harus siaga, ramah senyum, memiliki inisiatif yang cepat, dan kemampuan antisipasi situasi level dewa.

Kutaruh respek sangat besar untuk mereka, kebanyakan dari mereka memiliki pendidikan di atas rata-rata. Dari segi penampakan pun jangan ditanya, bisa dilihat seleksi ketat untuk bisa lolos menjadi pramugari/a.

Bukan cuma itu saja, yang terpenting adalah cara mereka melayani penumpang dengan tuntutan senyum sepanjang perjalanan.

So they have brain, looks, and attitude. It’s complete package.

Enak memang, mereka bisa terbang kemana saja ke seluruh dunia dan bermanja-manja di hotel berkelas. Gaya hidup yang terlihat glamor dan status yang “atas”.

Tapi..

Itu kan itu yang kita semua lihat dari kacamata silinder kalian semua.

Guys, kerja shift long-hours itu sebenarnya nggak baik loh untuk kesehatan. It’s really tough ditambah tekanan udara yang selalu berbeda saat take-off dan landing. Jam kerja yang mepet banget, alih-alih sampai hotel bisa berolahraga, yang ada langsung nge-gubrak ke tempat tidur dan tepar. Lalu besok paginya sudah harus terbang lagi.

Coba kalian masukkan waktu libur yang mereka korbankan, shift kerja yang nggak bisa diajak kompromi, Malam pergantian tahun biasanya kita semua bersama orang-orang terdekat, menghitung mundur detik-detik transformasi tahun berikutnya. Lah mereka gimana? Masih kerja coy! Dan menghabiskan countdown bersama para penumpang pesawat alias orang-orang asing yang mereka baru kenal di pesawat kala itu juga.

Bagaimana dengan event-event penting yang mereka lewatkan? Acara pernikahan sanak saudara, kelulusan kerabat dekat mereka, momen dimana anak pertama mereka menemukan kata pertama yang bisa terucap. Gila kan? Semua itu lepas secara cepat saat mereka sedang bekerja di udara.

Dan yang paling kena banget itu waktu orang tua mereka terkapar di rumah sakit, semua cuti dalam setahun sudah mereka habiskan untuk menemani orang tua mereka. Tapi di saat detik mereka mulai terbang lagi, orang tua mereka sudah pergi ke pangkuan Yang Maha Kuasa. Setelah mereka mendarat, berita yang menusuk hati itu baru bisa mereka terima. Isak tangis, penyesalan maupun pengalaman keliling dunia tidka bisa menggantikan detik-detik penghabisan yang tidak akan bisa terulang kembali.

Banyak juga yang mengorbankan kisah asmara mereka, karena si pasangan tidak bisa menyesuaikan dengan gaya hidup dan waktu pramugai/a itu. Komunikasi yang tidak lancar dan jarang bertemu menjadi rumus maut berakhirnya sebuah hubungan.

Ini sesuatu yang kalian nggak lihat dari pekerjaan mereka.

They just loved to fly.

Bersembunyi di balik awan, sejajar dengan langit biru.

Memperlambat waktu yang berjalan di tengan iringan angin.

 

So why not we restructure some of our behaviour towards them?

Don’t sweat the small stuff lah, seperti insiden-insiden kecil seperti in-flight entertainment yang sedikit error, makanan yang habis, request selimut yang diantar agak lama dan hal-hal kecil lainnya.

Itu cuma hal-hal kecil yang kalau kita tolerir bisa memberikan secercah senyum dan kebahagiaan untuk mereka.

Apakah kamu akan mati kedinginan kalau selimut telat datang 5 menit?

Apakah kamu akan mati kelaparan kalau menu ikan sedang habis, hanya sisa ayam?

Apakah kamu akah mati kebosanan kalau TV pesawat di depan kamu gambarnya bintik-bintik sedikit?

 

Jangan feel too entitled lah, jangan tumbuhkan budaya MANJA. You are not the only passengers on the plane. Banyak penumpang lain yang bisa tolerir, kenapa kamu harus jadi crybaby kayak Jose Mourinho?

Yang paling kampret adalah penumpang Economy Class yang bergaya bossy ke para awak udara ini dengan pembelaan : “KAN GW BAYAR TIKET PESAWAT!”

WTF, yes you are paying the air ticket, as well as the other passengers in Business Class and First Class. They are paying more than you and they are treating the airplane staff better than you. So what’s your excuse now?

Start from tomorrow guys, be nice to the flight attendants ya. Even just for a bit. It will give a huge morale boost for them.

Trust me 🙂

Ciao

NB: Post ini ditujukan kepada penumpang-penumpang dengan karakter di atas. Berbahagialah penumpang-penumpang yang bisa menghargai dan mengerti sulitnya pekerjaan pramugari/a.


 

Dirgan Fasa Author
Dirgan founded Casa Fasa as a place to share inspiration from his travels and to inspire others to see our world. He now split his time between adventures abroad and adventures in the 9-5 workspace!
follow me
Please follow, share and like us:
RSS
Whatsapp
Follow by Email
GOOGLE
GOOGLE
YouTube
Pinterest
Pinterest
Instagram

2 thoughts on “Apa Yang Kamu Nggak Tahu Dari Pekerjaan Pramugari/a?

  • Reply Fazatraveldiary June 1, 2018 at 4:10 pm

    Yang paling kesel ketika ada emak emak bawa barang bawaan seabreg dengan enaknya nyuruh FA taro barangnya dia ke compartment kabin. Setauku sih, mengangkat atau menaruh barang bawaan bawaan ke kabin bukan tugas dari FA, mereka hanya membantu mengatur flow dan tata letak bagasi agar semua terangkut. So be smart passenger ya guyss! Thanks for sharing mas dirgan, another great post 🙂

    • Reply Dirgan Fasa June 1, 2018 at 5:11 pm

      Makasih mas Faza atas komen dan tambahan opininya. Setuju! 🙂

Leave a Reply

close

Enjoy this blog? Viralkan :)